Kades Ludai Diduga Mark-Up Anggaran Dana Pengadaan Dua Unit Mesin Genset Tahun 2015


Dibaca: 345 kali 
Minggu,23 Desember 2018 - 21:43:12 WIB
Kades Ludai Diduga Mark-Up Anggaran Dana Pengadaan Dua Unit Mesin Genset Tahun 2015 Mesin Yanmar yang dibeli Kades Ludai

KAMAPAR-RIAU, suaralira.com - Pemamfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) pada dasarnya, untuk kesejehteraan masyarakat di seluruh pelosok tanah air kususnya didesa. PemerIntah berupaya menyalurkan dana-dana tersebut untuk membangun inprastruktur, tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pekonomian desa, termasuk di desa-desa tertinggal pada umumnya.

Penggunaan dana yang paling di perioritaskan untuk pembangunan,  inprastuktur desa-desa tertinggal, sekaligus membuka lapangan kerja di desa itu sendiri. Kepala Desa di percaya masyarakat sebagai pengendali anggaran, sekaligus perpanjangan tangan pemerintah untuk membangun desa masing-masing, dan pemamfaatnya berdampak positif bagi masyarakat itu sendiri.

Dengan terselenggaranya anggaran dana desa untuk inprstuktur, semenisasi maka transportasinya juga dapat berjalan lancer. Kemudian perputaran ekonomi semakin membaik, pendapatan masyarakat juga meningkat.

Namun  berbeda dengan cara Kepala Desa (Kades) Ludai, Kecamatan Kampar Kiri Hulu,  Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, Firdaus bukan melancarkan nawacita pemerintah, tapi diduga tidak dapat memegang amanah masyarakat.

Sebagaimana di sampaikan narasumber yang nama nya tidak ingin di muat

mengatakan, pada tahun 2015 yang lalu, ada anggaran dana desa yang di mamfaatkan untuk pembelian mesin genset 2 unit, serta dinamo 5 kilo.Pungsinya untuk penerangan desa, sampai sekarang masih dapat di nikmati seluruh warga.

“Hanya saja harga itu tidak masuk akal buat masyarakat, dimana harga  itu berbeda-beda,” ungkap sumber.

Berdasarkan laporan Kepala Desa (Kades) Ludai kepada masyarakat, harga mesin genset yang pertama harganya Rp. 56.000.000 (lima puluh Enam Juta rupiah)  untuk satu unitnya. Kemudian pembelian mesin genset yang kedua, harganya Rp. 86.000.000 (delapan puluh enam juta), untuk satu unitnya. Masyarakat merasa heran dengan laporan Kades. Dimana bentuk mesin itu tidak ada perbedaan, jika dilihat dari sisi merek,” disampaikan sumber.

“Merek mesin sama, besarnya sama, kilonya sama, jarak tempuhnya sama, tempat pembeliannya juga sama. Masyarakat tidak puas dengan laporan Kepala Desa Ludai (Firdaus),” terang sumber.

Sumber masyarakat melanjutkan, untuk memastikan kebenaran itu, masyarakat langsung menanyakan ketoko jalan Setia Budi Pekanbaru, khusus menanyakan harga pasaran mesin Yanmar ukuran seperti yang dibeli Kades mereka, dinamonya 5 kilo. Jadi orang toko menjawab pertanyaan kami dengan jujur bahwa, harganya hanya Rp 18.500.000 (delapan belas juta lima ratus rupiah) satu unit pada tahun itu juga.

Karena warga merasa tertipu dengan laporan Kepala Desa Ludai, yang jelas-jelas memark-up anggaran pembelian mesin genset Yanmar, serta dinamo 5 kilo, mereka berkeinginan  membuka persoalan ini kepubilik. Agar pemerintah tau bagaimana Kades mengelola anggaran dana desa Ludai tersebut,” jelas sumber masyarakat.

Kemudian awak media mencoba menghubungi Firdaus Kepala Desa Ludai, Rabu 18/12/2018 melalui selulernya dan mengkonfimasikan  terkait dugaan mark-up harga genset Yanmar, serta dinamo 5 kilo yang mereka beli besama kaur pembanguna dan Kepala Dusun (Kadus) Ludai, di tahun 2015 silam.

Ketika awak media mengkomfirmasikan tentang apa yang disampaikan masyarakat selisih harga yang jauh berbeda itu, Kepala Desa langsung membantah, bapak kan mendengar baru satu pihak, " ujar Kades.

Kemudian Kades menyampaikan, itu kan baru pembelian dari toko yang Rp. 18.500.000,- belum lagi biaya transportasi, biaya operasional, uang perjalan, kemudian ongkos boat dari Gema ke Ludai, itu semua pakai ongkos,"  jelasnya.

“Kemudian kami beli kabel, beli kayu untuk tiang, membangun rumah-rumahnya. Ditambah lagi upah kerja,” terang Kades Ludai.

Dalam hal ini, perlu kita ketahui bahwa, ongkos angkut dari Gema ke desa Ludai itu sangat mahal, karena untuk transportasi ke desa Ludai masih melalui jalur sungai.  Untuk itu perlu di pertimbangkan,” tutup Kades.***(dh)

 


Akses suaralira.com Via Mobile m.suaralira.com
TULIS KOMENTAR
BERITA sebelumnya

BERITA POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Angsa I No. 4b Sukajadi – Pekanbaru – Riau - Indonesia
Email Redaksi : suaralira@gmail.com
Email Bagian Iklan : suaralira@gmail.com
Phone : 081266367545
AVAILABLE ON :