Rapimnas Atasnamakan LIRA di Kota Batu Dihentikan Polisi


Dibaca: 73 kali 
Sabtu,22 Juni 2019 - 11:34:44 WIB
Rapimnas Atasnamakan LIRA di Kota Batu Dihentikan Polisi
KOTA BATU (JATIM), suaralira.com - Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) mengadili Jusuf Rizal dan anggota orang mengatasnamakan dan memakai atribut Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di Kota Batu, Jawa Timur, serta Polres Batu lantaran. LIRA secara ilegal.
 
Acara dihentikan pada hari kedua yang semula dilaksanakan dari Tanggal 19 samapai 21 Juni 2019 di Hotel Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Jawa Timur. Penggunaan atribut yang terdiri dari logo LIRA, bendera dan seragam atau aksesoris, nama, merek, dan penyanggaan polres jadi apresiasi Gubernur LIRA Jawa Timur, Sutrisno.
 
Atribut yang dipakai sekelompok orang itu sudah dimiliki oleh LIRA di bawah pimpinan Ollies Datau. Kepemilikan itu sesuai dengan Keputusan Kemenkumham nomor AHU-0032284.AH.01.07.Tahun 2016 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Lumbung Informasi Rakyat yang ditetapkan di Jakarta, 16 Maret 2016. 
 
Dan UU nomor 20 tahun 2016 tentang merk dan Indeks Geografis yang terdaftar nomor IDM000637885 atas nama Perkumpulan Lumbung Informasi Rakyat disingkat LIRA. Polres Batu meminta agar panitia segera menghentikan acara pada Kamis (20/06/2019), sebelum pukul 17.00 WIB. 
 
"Karena perundingan sempat alot, akhirnya acara dihentikan pukul 17.00 WIB, disusul pencopotan banner, bendera, dan sejumlah atribut di lokasi di sekitar lokasi.
 
Padahal dari rundown acara, pada Kamis itu acara dilangsungkan sampai pukul 23.00 WIB, dilanjut acara penutupan pada keesokan harinya atau pada Jumat (21/06/2019).
 
Bambang Asraf dari LIRA Indonesia dan seorang panitia Rapimnas sempat dipanggil ke Polres Batu menghadap Kapolres untuk meminta kejelasan tentang Rapimnas yang tetap digelar meski tanpa izin serta atribut LIRA yang dipakai tanpa izin.
 
Dihadapan mereka berdua, Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto menunjukkan sejumlah dokumen legal tentang kepemilikan HaKI LIRA, SK Kemenkumham, serta sejumlah dokumen lainnya. Mereka tak berkutik juga tak membantah tentang dokumen tersebut.
 
Sementara itu Gubernur LIRA Jawa Timur, Sutrisno juga mengapresiasi keputusan tegas yang diambil Polres Batu untuk menghentikan Rapimnas. Pihaknya tidak mempermasalahkan soal penyelenggaraan Rapimnas, tapi lebih ke arah pemakaian atribut LIRA tanpa izin, pungkasnya.
 
"Silakan buat acara rapimnas semeriah mungkin, tapi jangan pakai logo, nama, merk, atau atribut LIRA yang sudah dilindungi Undang Undang HaKI dan SK Kemenkumham. Karena hasil dari Rapimnas ke-2 LIRA. Bahwa tongkat estafet kepemimpinan LIRA sudah diserahkan ke Ibu Ollies Datau berdasarkan hasil Rapimnas. Tapi diduga Jusuf Rizal tidak legowo dan mendirikan Lsmlira Indonesia. Tapi yang digunakan atribut Lumbung Informasi Rakyat yang disingkat LIRA kepimpinan Ibu Ollies," tegas Sutrisno.
 
Sutrisno dan menyetujui pengurus LIRA Jawa Timur didampingi Zuhdy Achmadi (Bupati LIRA Malang), mewakili LIRA daerah, seperti Mojokerto mendatangi Polres Batu melaporkan rapimnas dan menggunakan atribut LIRA yang dianggap ilegal. Nyatanya, rapimnas yang dipimpin Jusuf Rizal berhasil dipindahkan.
 
Kehadiran Jusuf Rizal di Kota Batu cukup mengherankan. Bagaimana tidak, dia leluasa pergi dari satu tempat ke tempat lain. Padahal, saat mengundang Kepolisian sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, dia kerap mangkir, mengatakan salah seorang penasehat LIRA Jatim, Arifin meminta dikutip pada liramedia.co.id. (lm / sl)

Akses suaralira.com Via Mobile m.suaralira.com
TULIS KOMENTAR
BERITA sebelumnya

BERITA POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Angsa I No. 4b Sukajadi – Pekanbaru – Riau - Indonesia
Email Redaksi : suaralira@gmail.com
Email Bagian Iklan : suaralira@gmail.com
Phone : 081266367545
AVAILABLE ON :