Perpustakaan Pustaka Bintang Ilmu SMPN 37 Pekanbaru terus memperkaya koleksi buku nonfiksi.

Gerakan Hibah Buku SMPN 37 Pekanbaru Sukses, Perkuat Literasi Sekolah dan Dukung Pojok Baca Disdik

Suaralira.com, Pekanbaru – SMP Negeri 37 Pekanbaru kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan budaya literasi melalui Gerakan Hibah Buku yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dalam agenda literasi sekolah dan mendapat dukungan luas dari siswa serta orang tua.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah SMPN 37 Pekanbaru, Febri Suzanni, S.Pd, mengatakan gerakan tersebut bertujuan menambah koleksi buku nonfiksi di perpustakaan sekolah. Kegiatan ini sejalan dengan nilai karakter sekolah yang dirangkum dalam akronim SPANTIJUH (Sopan, Prestasi, Aktif, Nasionalis, Tertib, Inovatif, Jujur, Unggul, Hebat).

“Gerakan Hibah Buku mengajak siswa kelas VII, VIII, dan IX serta orang tua untuk menghibahkan buku yang layak dibaca. Buku yang disumbangkan boleh lebih dari satu, asalkan masih dapat digunakan dan bukan buku pelajaran,” ujar Febri.

Ia menambahkan, partisipasi orang tua sangat tinggi sehingga kegiatan berjalan sukses. Mayoritas sumbangan berupa buku cerita dan buku keagamaan. Selain untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah, sebagian buku hibah juga disalurkan ke Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Pada hari yang sama, SMPN 37 Pekanbaru turut berpartisipasi dalam kegiatan hibah buku yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dengan menyerahkan 30 buku nonfiksi untuk Pojok Baca Selaras Literasi. Pojok baca tersebut diresmikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

“Alhamdulillah, hibah dari sekolah kami dapat dimanfaatkan untuk Pojok Baca Selaras Literasi di Dinas Pendidikan. Harapannya, pojok baca ini memberi manfaat bagi masyarakat yang sedang berkunjung atau menunggu layanan di dinas,” katanya.

Di lingkungan sekolah, Gerakan Hibah Buku juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca siswa. Perpustakaan SMPN 37 Pekanbaru yang bernama Pustaka Bintang Ilmu—termasuk layanan Perpustakaan Digital Bintang Ilmu—terus dikembangkan agar menjadi ruang belajar yang nyaman dan menarik. Seluruh aktivitas literasi siswa dipantau melalui sistem absensi digital berbasis aplikasi.

Setiap tahun, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif membaca melalui pemilihan Duta Literasi. Seluruh siswa dianjurkan menjadi anggota perpustakaan guna menumbuhkan kecintaan terhadap membaca dan sekolah.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Digital Bintang Ilmu SMPN 37 Pekanbaru, Dra. Yenny Zuryanis, menyebutkan bahwa minat baca siswa dan jumlah koleksi buku terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kami menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman, seperti ruangan berpendingin, koleksi buku yang terus diperbarui, permainan tradisional, serta ruang diskusi. Anak-anak yang rajin membaca akan kami beri reward melalui pemilihan Duta Baca dan Duta Literasi,” jelasnya.

Yenny menambahkan, perpustakaan ke depan diharapkan tidak hanya diakses warga sekolah, tetapi juga masyarakat umum melalui aplikasi SLiMS, sehingga layanan literasi dapat menjangkau lebih luas.

“Kami berharap dukungan berkelanjutan dari orang tua, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait untuk evaluasi dan pengembangan perpustakaan setiap tahunnya,” tutupnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, SMPN 37 Pekanbaru optimistis Pustaka Bintang Ilmu akan terus berkembang sebagai pusat literasi yang inklusif dan berkelanjutan.(Jheff/R/sl)