Suaralira.com, Kuansing - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Jembatan Kodim 0302/Indragiri Hulu (Inhu) bagian dari Satgas Jembatan TNI AD terus memacu pengerjaan infrastruktur demi kepentingan masyarakat.
Pada hari ini Personel Satgas fokus melakukan pengadukan material semen, pasir, dan kerikil menggunakan mesin molen untuk proses pengecoran Jembatan Gantung Garuda. Senin (15/06/2026).
Jembatan Gantung Garuda ini nantinya akan menjadi urat nadi transportasi penting yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Sukaraja dan Desa Hulu Teso, di Kecamatan Logas Tanah Darat (LTD).
Pantauan di lokasi menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi. Mesin molen terus berputar mencampur material secara presisi agar menghasilkan kualitas beton yang kokoh dan tahan lama. Seluruh rangkaian kegiatan pengerjaan hari ini berjalan dalam keadaan aman dan lancar tanpa ada kendala berarti.
Mewakili Satgas Jembatan Kodim 0302/Inhu, Pelda Edi menyampaikan bahwa percepatan pembangunan ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas mutu beton. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh personel di lapangan.
"Hari ini kami fokus pada pengadukan material untuk pengecoran bagian krusial jembatan. Kami memaksimalkan penggunaan mesin molen agar campuran semen, pasir, dan kerikil benar-benar homogen dan kuat.
"Syukur Alhamdulillah, cuaca mendukung dan kegiatan berjalan dengan aman serta lancar. Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini adalah wujud bakti TNI AD untuk mengatasi kesulitan rakyat,
Selain itu juga khususnya dalam membuka akses mobilitas dan meningkatkan perekonomian warga Desa Sukaraja dan Hulu Teso," ujar Pelda Edi.
Dengan hadirnya Jembatan Gantung Garuda ini, diharapkan akses transportasi antar-desa yang selama ini terhambat dapat segera teratasi, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat setempat bisa berjalan lebih efektif dan efisien.(Pr4as)