SuaraLira.com || Lubuk Sikaping -- Di lereng bukit yang masih menyisakan bekas tanah bergerak, siswa SD 12 Koto Kaciak terpaksa belajar di tenda sede rhana. Dari dalamnya, terdengar lantunan bacaan dan tawa riang anak-anak. Mereka seolah melupakan bencana yang menghantam sekolah mereka, semangat mereka tetap tinggi untuk belajar.
Kondisi sekolah mereka kini dalam bayang-bayang bencana. Gedung sekolah mereka yang sudah dihantam longsor, terpaksa ditinggalkan. Tanah retak di atasnya kini masih mengancam
Menghindari dampak bencana, aktivitas belajar mengajar kini dipindahkan ke tenda seadanya yang menjadi kelas darurat.
Menyaksikan langsung kondisi itu, Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama jajaran pemerintah daerah mendatangi lokasi pada Senin (19/1/25).
Kedatangan Bupati Welly dan jajaran bukan sekadar seremonial, melainkan membawa bantuan untuk siswa. Yaitu, paket perlengkapan sekolah dan dua unit tenda belajar yang langsung diserahterimakan ke pihak sekolah.
Wajah Bupati terlihat haru ketika menyapa satu per satu siswa yang duduk dan belajar di dalam tenda. Kedatangan bupati disambut hangat anak-anak. Mereka sangat senang atas ke datangan Bupati Welly.
Ada yang bersalaman, dan ada yang memeluk bupati.
“Kepada anak-anakku sekalian, tetaplah semangat belajar. Keterbatasan tidak boleh menghalangi cita-cita kita semua. Mari tetap belajar menuntut ilmu,” ajak Bupati Welly kepa para siswa tersebut.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi, meski dalam kondisi darurat sekalipun,” tambah Bupati.
(Fauzan/sl)
