Viral Dugaan SPMB Dibuka Lebih Awal, SMA Negeri 6 Tapung Beri Klarifikasi

PEKANBARU, Suaralira.com -- Terkait pemberitaan dugaan pembukaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 6 Tapung, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi bahwa hingga saat ini belum ada pembukaan resmi pendaftaran siswa baru.
 
Kepala SMA Negeri 6 Tapung, Suhaidi, menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat terkait dibukanya pendaftaran SPMB di sekolah tersebut tidak benar. Menurutnya, pihak sekolah hanya memberikan penjelasan kepada warga yang datang bertanya mengenai mekanisme dan petunjuk teknis pelaksanaan SPMB.
 
“Setelah saya konfirmasi kepada panitia, belum ada pembukaan SPMB. Hanya ada masyarakat yang datang bertanya dan sudah diarahkan sesuai juknis,” ujar Suhaidi saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
 
Sebelumnya, muncul informasi dari masyarakat yang menyebut SMA Negeri 6 Tapung diduga telah membuka penerimaan murid baru meski jadwal resmi pelaksanaan SPMB Provinsi Riau baru direncanakan berlangsung pada awal Juni 2026 sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
 
Menanggapi informasi tersebut, Ketua Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI) Riau, Fadli, sempat meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau melakukan pengawasan agar proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
 
Fadli juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi terkait jadwal dan mekanisme SPMB agar masyarakat tidak salah memahami setiap aktivitas yang terjadi di lingkungan sekolah menjelang tahun ajaran baru.
 
Klarifikasi dari pihak kepala sekolah disampaikan setelah pemberitaan sebelumnya ditayangkan. Sebelum berita diterbitkan, pihak Barisan Masyarakat Bersih dari Korupsi (BASMI) Riau disebut telah melayangkan konfirmasi kepada pihak kepala sekolah terkait informasi dugaan penerimaan murid baru sebelum jadwal resmi pelaksanaan SPMB. Namun karena saat itu belum ada tanggapan, berita terkait dugaan pelaksanaan penerimaan siswa baru tersebut akhirnya dipublikasikan.
 
Dalam klarifikasinya, Suhaidi menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan kepada panitia, belum ada pembukaan resmi SPMB di sekolah tersebut. Menurutnya, aktivitas yang terjadi hanya sebatas warga yang datang meminta informasi terkait mekanisme pelaksanaan SPMB, kemudian dijelaskan pihak panitia sesuai petunjuk teknis (juknis).
 
Selain itu, kepala sekolah juga menyampaikan bahwa pelaksanaan resmi SPMB direncanakan berlangsung pada awal Juni 2026 sesuai juknis yang telah ditetapkan pemerintah.
 
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menafsirkan aktivitas konsultasi atau penyampaian informasi di lingkungan sekolah sebagai pembukaan resmi pendaftaran SPMB. (Zha)