Suaralira.com (Kisaran-Asahan) -- Ketersediaan pupuk yang terjangkau menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian di Indonesia. Untuk itu Pemerintah bersama Pupuk Indonesia menghadirkan Program Pupuk Subsidi sebagai wujud dukungan nyata bagi petani.
Melalui pupuk subsidi, biaya produksi dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas hasil panen,lebih dari itu, distribusinya juga terus diperkuat dengan sistem digital agar penyaluran berjalan transparan, adil dan tepat sasaran.
Pemerintah Indonesia menyediakan pupuk bersubsidi (Urea dan NPK) untuk petani terdaftar melalui kelompok tani dan e-RDKK, dengan kuota 9,55 juta ton pada 2025. Harga Eceran Tertinggi (HET) diturunkan hingga 20% per Oktober 2025 (Urea Rp1.800/kg, NPK Rp1.840/kg) untuk 10 komoditas strategis, termasuk padi, jagung, dan singkong, dengan maksimal luas lahan 2 hektar.
Akan tetapi di wilayah Kabupaten Asahan penyaluran dan pengawasan Pupuk Subsidi disinyalir tidak transparan, adil dan tepat sasaran, dikarenakan masih banyak petani yang berada di Desa Panca Arga, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan masih ada belum mendapatkan Pupuk Subsidi yang diprogramkan oleh Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan Program Ketahanan Pangan mewujudkan swasembada pangan.
Dalam hal ini salah satu petani yang ada Di Desa Panca Arga, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan berinisial MS (46) mengatakan bahwa dirinya sudah bertahun-tahun mendaftarkan ke kelompok tani yang berada di wilayah Desa Panca Arga, tetapi sampai saat ini tidak menerima manfaat untuk mendapatkan Pupuk Subsidi yang diprogramkan oleh Pemerintah.
Sudah berulangkali petugas PPL dari Dinas terkait meminta data MS untuk dimasukkan kedalam Penerima Manfaat Pupuk Subsidi yang disalurkan oleh Pemerintah, sampai saat ini MS membeli Pupuk diatas HET.
MS (46) juga mengatakan kuat dugaan adanya permainan mafia pupuk dengan petugas maupun kios yang di unjuk dalam menyalurkan Pupuk Subsidi yang berada di Desa Panca Arga, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan.
Pantauan awak media dilokasi melihat diduga Sat Gas yang berada di wilayah Kabupaten Asahan lalai akan melakukan pengawasan dalam penyaluran Pupuk Subsidi yang transparan, adil dan tepat pada sasaran.
Bagaimana Asahan Sejahtera, Religius, Maju dan Berkelanjutan dapat terwujud dalam meningkatkan swasembada pangan bilamana hal seperti ini terjadi. (IS/SL)