Ekspor Perdana 40 Ton Terasi Asahan Ke Thailand, Menko Pangan Apresiasi UMKM Kabupaten Asahan


Dibaca: 327 kali 
Sabtu,24 Oktober 2026 - 17:16:43 WIB
Ekspor Perdana 40 Ton Terasi Asahan Ke Thailand, Menko Pangan Apresiasi UMKM Kabupaten Asahan

Asahan | Pemerintah Kabupaten Asahan mencatatkan langkah penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelepasan ekspor perdana sebanyak 40 ton terasi ke Thailand. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

Kegiatan pelepasan ekspor perdana produk perikanan UMKM Kabupaten Asahan tersebut berlangsung pada Sabtu (24/10/2026), pukul 08.30 WIB, bertempat di Aula Melati Kantor Bupati Asahan. Acara dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Asahan, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menko Bidang Pangan RI beserta rombongan. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan suatu kehormatan sekaligus momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting dalam mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan pembudidaya ikan, serta memperkuat perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan terus mendorong sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya penguatan sektor pertanian dan percepatan swasembada pangan, pengembangan peternakan yang produktif dan berkelanjutan, serta pengembangan sektor perikanan sebagai sumber pangan sekaligus penggerak perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Kepala Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, menjelaskan bahwa ekspor perdana tersebut merupakan hasil pendampingan terhadap UMKM berskala kecil yang berawal dari usaha rumah tangga.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa usaha yang tumbuh dari lingkungan rumah tangga memiliki peluang untuk berkembang dan menembus pasar internasional apabila mendapatkan pendampingan serta dukungan yang tepat.

Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., turut menyampaikan apresiasi atas terlaksananya ekspor perdana terasi Asahan ke Thailand. Ia mengatakan bahwa Kabupaten Asahan memiliki beragam produk unggulan, salah satunya terasi yang telah dikenal luas oleh masyarakat.

Ia berharap keberhasilan ekspor tersebut dapat membuka jalan bagi produk-produk UMKM lainnya di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Asahan, untuk memasuki pasar luar negeri.

Menurutnya, ekspor terasi ini bukan hanya membawa nama Kabupaten Asahan ke pasar internasional, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asahan atas terlaksananya ekspor perdana produk UMKM tersebut.

Ia berharap keberhasilan ekspor 40 ton terasi ke Thailand menjadi langkah awal bagi semakin banyak produk unggulan Kabupaten Asahan yang mampu menembus pasar ekspor di berbagai negara.

Menko Pangan juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, kata dia, menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat yang termasuk dalam kelompok desil 1–4 atau kelompok berpenghasilan rendah.

Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 10 kilogram yang diberikan sekaligus untuk periode tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2026, dengan sasaran sebanyak 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap potensi dampak kondisi kemarau yang dapat memengaruhi produksi dan harga beras. Untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, pemerintah mendorong pemanfaatan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan melalui Perum Bulog.

Pemerintah juga mencadangkan satu juta ton beras untuk mendukung upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan tersebut.

Zulkifli Hasan berharap upaya menjaga ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Menurutnya, ekspor perdana terasi Asahan merupakan kesempatan penting untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

Keberhasilan ekspor ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Asahan untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga standar mutu, memperkuat kapasitas produksi, dan berinovasi agar mampu bersaing di pasar global.

Dengan demikian, produk unggulan daerah tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (IS/SL)


Akses suaralira.com Via Mobile m.suaralira.com
TULIS KOMENTAR
BERITA sebelumnya

BERITA POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Angsa I No. 4b Sukajadi – Pekanbaru – Riau - Indonesia
Email Redaksi : suaralira@gmail.com
Email Bagian Iklan : suaralira@gmail.com
Phone : 081266367545
AVAILABLE ON :