SUARALIRA.COM || INDRAGIRI HULU – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Danpos Koramil 01/Rengat, Peltu Herman Waluyo, mengikuti rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kamis (15/10/2026).
Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai langkah strategis dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla, terutama untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan saat kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Rengat Barat Fikri Gushendri, S.STP., M.Si., Kapolsek Rengat Barat AKP Sunaryo, Danpos Koramil 01/Rengat Peltu Herman Waluyo, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas pentingnya peningkatan koordinasi, pemantauan wilayah, serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla.
Peltu Herman Waluyo menyampaikan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat.
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sebelum meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
“Pencegahan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Kita perlu meningkatkan kewaspadaan, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta segera mengambil langkah apabila ditemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran,” ujar Peltu Herman Waluyo.
Ia menambahkan, komunikasi dan koordinasi antarinstansi perlu terus diperkuat agar setiap informasi mengenai potensi Karhutla dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Selain itu, keterlibatan aparat kewilayahan bersama pemerintah desa dan masyarakat dinilai penting dalam meningkatkan kesadaran terhadap bahaya pembakaran lahan.
Sementara itu, Camat Rengat Barat Fikri Gushendri menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara pembakaran.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam menekan risiko terjadinya Karhutla di wilayah Kecamatan Rengat Barat.
Ia berharap seluruh pihak dapat terus meningkatkan kepedulian, saling berbagi informasi, serta memperkuat langkah pencegahan agar kondisi lingkungan tetap terjaga.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Forkopimcam Rengat Barat menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan komunikasi, pemantauan wilayah, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan Karhutla sekaligus menjaga keamanan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan di Kecamatan Rengat Barat.
(Pras/sl)
