Jakarta (Suaralira.com) - Anggota komisi IX DPR Handayani berpendapat pemerintah tak bisa menyelematkan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia dan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tindakan pemerintah hanya bersifat mengeluarkan kebijakan untuk menekan laju PHK dan membantu kelancaran hak-hak pekerja apabila memperoleh PHK dari perusahaan tempatnya bekerja.
“Secara aturan, pemerintah tak mungkin menyelamatkan perusahaan asing di Indonesia. Karena tak ada aturan yang mewajibkan untuk membantu perusahaan yang akan melakukan PHK, “ ujar Handayani di gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/2).
Menurut Handayani, hanya bisa memberikan bantuan kepada perusahaan BUMN sesuai dengan ketentuan. “Kalau BUMN bisa dibantu dengan suntikan penyertaan modal negara baik tunai atau non tunai, “ kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Jambi itu.
Perusahaan asing yang terpuruk akan melakukan PHK massal diantaranya adalah PT Panasonic 1.700 orang, PT Toshiba (970), Panasonic Lighting Cikarang-Bekasi (1000), PT Samoin (1200) dan PT Starlink (500).
Ditegaskan Handayani untuk mengatasi persoalan PHK tersebut, pemerintah (Menaker-red) bisa memanggil perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengklarifikasi dan verifikasi terkait rencana PHK ribuan karyawan tersebut. Bisa saja Kemnaker mengeluarkan kebijakan dengan membebaskan pajak produksi bagi perusahaan yang sedang mengalami kondisi darurat tersebut. “Mungkin dengan bebas bajak bisa menekan lagu PHK, “ ujarnya.
Lebih jauh kata Handayani, perlu ditinjau pula apakah beaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan itu benar-benar sesuai fakta yang terjadi lapangan. Sebab bisa saja ada beaya-beaya lain di luar produksi yang dikeluarkan perusahaan. “Kalau hitung-hitungan lagi membuat perusahaan rugi, tentu perusahaan tak akan bertahan lama. Siapa sih pengusaha yang merugi dalam berusaha, apalagi pertumbuhan ekonomi melambat hanya 5 persen, “ katanya. (b/sl)
Suaralira.com, Rengat - Untuk mendukung dan memperlancar tugas sebagai aparat kewilayahan dan untuk meningkatkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, Ba.
KAMPAR, Suaralira.com – Tokoh adat Kenegerian Air Tiris, Fendi Sugara bergelar Datuk Betuah, menegaskan bahwa seluruh wilayah di Kabupaten Kam.
SuaraLira.com || Tebing Tinggi -- Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di Kota Tebing Tinggi akhirnya berhasil diungkap tim gabungan Subdit III .
SuaraLira.com || Tebing Tinggi -- Polres Tebing Tinggi memaparkan hasil pengungkapan kasus narkotika sejak bulan Januari hingga April 2026. Kegiatan.
SuaraLira.com || Pekanbaru – Warga Jalan Kurnia 2 No.20 RT 05/RW 02, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Kepahiang , suaralira.com - Setelah bertahun tahun menanti perhatian pemerintah daerah,kepala desa (SOPIAN AID.
Asahan | Telah terjadi kebakaran di jalan Dr Fl Tobing Lingkungan VI, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Rabu.
PELALAWAN, Suaralira.com -- Dugaan tindakan pemalsuan copi salinan dari kantor kecamatan Pangkalan Kuras terkait SKGR Nomor 297/-PK/2007 tanggal 17 .
TANGSEL, Suaralira.com -- Kinerja pengawasan dan penindakan terhadap Peredaran Rokok ilegal di Daerah Kota Dumai kembali menjadi perhatian masyaraka.
SUARALIRA.COM, Kuansing - Satgas Kodim 0302/Inhu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyar.
Suaralira.com, Rengat - komunikasi sosial (Komsos) hari ini, Rabu 29 april 2026. Tetap Menjalin keakraban dengan warga binaan merupakan tugas pokok .
Suaralira.com, Rengat - Kuala Mulia –Babinsa Koramil 01/Rengat Koptu Mukhlis Babinsa desa Kuala Mulia , hari ini Rabu, 29 April 2026 ,yang men.
Suaralira.com, Rengat - Guna untuk mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif, Babinsa
Serka Huzairin koramil 01/Rgt, melaksanakan Patroli di malam .
Suaralira.com, Kuansing - Personel Satgas Jembatan Kodim 0302/Inhu yang tergabung dalam Satgas Jembatan TNI AD terus menunjukkan progres signifikan .
Suaralira.com, Rengat - Babinsa Koramil 01/Rgt Kodim 0302/Inhu
Mewujudkan Keakraban, Babinsa lakukan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) deng.