Pekanbaru, Suaralira.com -- Gejolak tempat pembongkaran ikan diduga semakin meresahkan warga sekitar, aroma tak sedap dan kebisingan menjadi dasar keresahkan warga RT 01 dan RT 02 RW 011 Kelurahan Labuh Baru Timur Kec. Payung Sekaki kota Pekanbaru.
Muharmanayah selaku RT 01 dalam keterangannya kepada media ini mengatakan, warga saya sudah sangat resah atas kegiatan pembongkaran ikan itu, setiap pagi saat aktivitas pembongkaran dimulai itu sangat mengganggu tidur mereka, dan aroma tidak sedap membuat ketidaknyamanan warga sekitar," sebut nya. Senin (2/2/26).
Ditambahkannya, warga sekitar telah mengadu ke saya selaku RT 01, permintaan mereka sepakat untuk tidak ada lagi aktivitas pembongkaran ikan ditempat mereka, dan mereka telah membuat surat pernyataan keberatan atas aktivitas tersebut dengan ditandatangani dan diketahui RW 011 dan Lurah Labuh Baru Timur," jelasnya.
Terakhir dikatakannya, "Keberadaan pembongkaran ikan ini tidak ada manfaatnya yang oleh warga sekitar, himbauan kesepakatan dari instansi berwenang untuk melakukan mediasi tidak kunjung di lakukan oleh pihak pengelola," tutupnya.
Pengelola tempat pembongkaran ikan, Samsul saat dikonfirmasi mengatakan, selama saya buka tempat ini hubungan saya dengan warga sekitar cukup baik, jika ada keluhan dari warga kita akan selesaikan persoalannya," sebut Samsul singkat.
Lurah Labuh Baru Timur Wahyu Nofriandri, M.Pd saat dijumpai diruang kerjanya, terkait keresahan warga RT 01 RT 02 RW 011 mengatakan, untuk hal itu sudah kami ketahui, dan pihak RT 01 juga telah melayangkan surat ke kelurahan, dan telah kami cap stempel tanda diketahui lurah.
"Iya, setahun lalu kami telah Terima surat keberatan warga atas aktivitas pembongkaran ikan dan ditandatangani warga yang diserahkan pihak RT 01 untuk diketahui kelurahan labuh baru timur," sebut Wahyu.
Saat itu juga pegawai kelurahan langsung turun ke lokasi untuk lakukan peninjauan, dan telah diselesaikan persoalan itu," tambahnya.
Selanjutnya, dilapangan pada hari Selasa (20/1/26) sekitar pukul 14.00 Wib personel Satpol PP kota Pekanbaru telah turun ke lokasi atas laporan warga untuk melakukan mediasi antara pengelola dan warga sekitar. (Tim)