SELATPANJANG (suaralira.com) - Terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian kepada Apriadi Pratama (24) dan dugaan penembakan kepada masyarakat Kota Selatpanjang Is Rusli (41), mendapatkan tanggapan dari Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM).
Komisioner Bidang Sub Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Natalius Pigai, Jumat (2/9) yang turun ke Selatpanjang langsung melakukan upaya untuk menyelidiki dan mencari tahu kebenaran dari kejadian yang telah menewaskan tiga orang. Satu dari yang meninggal adalah anggota Polri dan dua dari bagian masyarakat.
Pria asal Nabire yang datang pada Jumat (2/9) siang ke Kota Sagu Selatpanjang itu didampingi dua stafnya memulai dengan mendatangi keluarga Apriadi Pratama, salah satu honorer Pemkab Meranti yang meninggal karena diduga dianiaya anggota polisi di Jalan Banglas, Gang Abadi. Sekitar pukul 14.15 WIB, Komisioner yang berkepala plontos itu diterima orangtua Apriadi Nur yang masih terbaring lemah.
Di sana Natalius Pigai menyampaikan ungkapan belasungkawa dan menyampaikan tujuannya datang ke Meranti untuk melakukan investigasi dan penelusuran terkait kejadian 25 Agustus lalu itu. Sehingga dapat mengawal kasus tersebut dan dapat diputuskan seadil-adilnya. Sehingga tidak ada yang dirugikan nantinya.
Sekitar 15 menit berada di sana, Komisoner Komnas HAM tersebut pamit dan melanjutkan dengan menemui keluarga Is Rusli di Jalan Dorak. Di sana ucapan belasungkawa juga disampaikannya dan meminta keluarga agar tetap tabah dan dapat bersabar.
Selanjutnya Komisioner Komnas HAM juga sudah diagendakan untuk melakukan pertemuan dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti. Kedatangannya diterima oleh Sekda, Drs H Iqaruddin MSi didampingi Kakan Kesbangpol, Ahmad Yani, Kabag Hukum, Sudandri Jauzah dan sejumlah pejabat lainnya. Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat, organisasi pemuda, organisasi masyarakat yang ada di Kepulauan Meranti.
Dalam pertemuan itu Natalius Pigai mengungkapkan bagaimana nantinya kasus tersebut bisa adil menurut keluarga, bukan adil menurut yang lain. Oleh sebab itu dia berjanji akan terus mengawal penanganan kasus tersebut nantinya di kepolisian. ‘’Kami minta jangan ada yang ditutup-tutupi. Sehingga nantinya penanganan kasus ini bisa adil menurut keluarga korban,’’ tegas Natalius.
Meski begitu dia mengapresiasi Kapolri yang langsung merespon dengan melakukan pencopotan kepada Kapolres Kepulauan Meranti. Oleh sebab itu dirinya juga inginkan oknum anggota Polri yang melakukan tindakan pidana, bisa mendapatkan hukuman pidana sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga keadilan itu bisa ditegakkan
‘’Ada 3 hal hukuman yang akan diberikan kepada anggota Polri yang terbukti bersalah nantinya, yakni hukuman disiplin, hukuman pidana dan hukuman kode etik. Dari informasi Kapolri ke kita akan ada hukuman pidana yang diberikan dalam kasus ini kepada angota Polri,’’ ungkapnya.
Salah satu tokoh masyarakat, Agus Suliadi SH menegaskan bahwa hasil akhir sangat menentukan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Karena saat ini tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri sudah sangat rendah.
‘’Makanya kami menaruh harapan kepada Komnas HAM. Sehingga dapat membantu melakukan pengawasan sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi. Karena hasil akhir ini sangat menentukan bagi masyarakat. Apalagi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menghadapi masyarakat tidak berjalan dengan baik,’’ terangnya.
Suaralira.Inhu, Kunjungan Kerja Wasrik Current Audit Itdam XIX/ TT di Jajaran Korem 031/WB di Kodim 0302/Inhu dan Kodim 0314/Inhil bertempat d.
Suaralira.com, Inhu - Kegiatan kunjungan Danrem 031/WB (Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S. Sos.,M.Si.,M.Han di Taman Nasional Tesso Nilo (T.
Suaralira.com, Rengat - Demi Menjalin Hubungan Baik, Babinsa melaksanakan Komsos Dengan Warga Binaan Kegiatan Komsos adalah salah satu media Babinsa.
Suaralira.com, Rengat - Untuk mendukung dan memperlancar tugas sebagai aparat kewilayahan dan untuk meningkatkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, Ba.
Suaralira.com, Rengat - Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Babinsa Koramil 01/Rengat, Kopda Doni Yuhendri melaksa.
Suaralira.com, Rengat - Dimasa sekarang ini sangat banyak kerawanan yang terjadi ditengah masyarakat, terutama pada anak – anak remaja usia se.
(Kisaran Asahan-Sumut) -- Pemerintah Kabupaten Asahan menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 Kategori Madya pada ajang Dekla.
Suaralira.com, Pekanbaru — Warga Kota Pekanbaru khususnya di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menyata.
Suaralira.com, Pekanbaru - Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali melaksanakan kegiatan ibadah Nasrani bagi warga binaan beragama Kristen, sebagai.
Suaralira.com, Pekanbaru – SPBU Tabek Gadang, jalan SM.Amin Kota Pekanbaru, Hasil pantauan awak media Selasa (27/01) terus berupaya meningkatk.
PEKANBARU - Perhelatan ASEAN Para GamesThailand Selesai. 48 Medali berhasil disumbangkan atlet NPC Riau, dengan rincian 19 Emas, 19 Perak dan 10 Per.
SUARALIRA.COM - Kegiatan memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke 100 tahun 2026 keberadaan Nahdatul Ulama (NU) memiliki peran vital sebagai .
Suaralira.com, Rengat - Dalam upaya mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Babinsa Koramil 01/Rengat Serka Huzairin melaksa.
Suaralira.com, Rengat - Babinsa Koramil 01/Rengat Sertu Edi putra , Kodim 0302/Inhu Melaksanakan Komsos (Komunikasi sosial) dengan tokoh masyarakat .
Suaralira.com, Rengat , Dalam melakukan Interaksi Babinsa Salah satunya dengan komunikasi sosial dalam menciptakan interaksi dan kekompakan an.