Semarak Pacu Jalur Mulai Bergema, Plt Bupati Kuansing Lepas Pacu Jalur Mini IPPA Pulau Aro

TELUK KUANTAN, suaralira.com – Atmosfer Pacu Jalur mulai semakin terasa di Kabupaten Kuantan Singingi menjelang pelaksanaan Festival Pacu Jalur Tradisional 19–23 Agustus 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Semangat tersebut salah satunya terlihat dalam Pacu Jalur Mini Ikatan Pemuda Pulau Aro (IPPA) yang digelar di Tepian Ronge Biru, Desa Pulau Aro, Kecamatan Kuantan Tengah, Jumat (7/8/2026) petang.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi H. Muklisin hadir langsung dalam kegiatan tersebut sekaligus melepas hilir pertama perlombaan. Kehadiran orang nomor satu di jajaran pemerintah daerah tersebut disambut antusias masyarakat yang telah memadati tepian Sungai Kuantan sejak sore hari.

Masyarakat terlihat berjejer di sepanjang tepian sungai untuk menyaksikan jalannya perlombaan. Sorak-sorai warga semakin terdengar ketika jalur mulai bergerak dari pancang start dan berpacu membelah arus Sungai Kuantan.

Bagi masyarakat Pulau Aro, Pacu Jalur Mini tidak hanya menjadi hiburan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai tradisi yang telah menjadi identitas masyarakat Kuansing.

Sebelum perlombaan dimulai, H. Muklisin menyempatkan diri menyapa masyarakat. Sejumlah warga juga terlihat mengabadikan momen bersama Plt Bupati. Suasana tersebut menunjukkan kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyambut berbagai kegiatan budaya.

Didampingi panitia, Muklisin kemudian memberikan aba-aba dimulainya hilir pertama. Begitu jalur mulai berpacu, tepian sungai langsung dipenuhi sorakan penonton yang memberikan dukungan kepada jalur-jalur yang bertanding.

Dalam kegiatan tersebut, Muklisin didampingi Pj Sekda Kuansing Drs. Muradi, M.Si., Asisten I Setda Kuansing dr. Fahdiansyah, SpOG., Asisten III Azhar, MM., sejumlah kepala OPD serta Camat Kuantan Tengah Eka Putra.

Muklisin mengapresiasi para pemuda dan masyarakat Pulau Aro yang terus menjaga tradisi Pacu Jalur melalui kegiatan Pacu Jalur Mini. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan budaya sekaligus memberikan ruang pembinaan bagi generasi muda.

“Pacu Jalur adalah identitas masyarakat Kuansing yang harus terus kita jaga. Melalui Pacu Jalur Mini, kita menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini sekaligus membangun semangat sportivitas dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Muklisin.

Ia menilai kegiatan Pacu Jalur Mini yang digelar di berbagai desa dan kecamatan merupakan bagian dari ekosistem besar Pacu Jalur. Melalui kegiatan tingkat lokal tersebut, anak-anak muda dapat belajar mengenai teknik, disiplin, kerja sama tim serta semangat sportivitas.

Momentum tersebut menjadi semakin penting karena Festival Pacu Jalur Tepian Narosa tinggal menghitung hari. Pada 19–23 Agustus mendatang, masyarakat akan kembali berkumpul di Teluk Kuantan untuk menyaksikan jalur-jalur terbaik beradu kecepatan di Sungai Kuantan.

Muklisin berharap semangat yang terlihat di Pulau Aro dapat menjadi energi positif bagi pelaksanaan event utama. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan serta nama baik daerah selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Salah seorang warga Pulau Aro, Nanda, mengaku bangga dengan kehadiran Plt Bupati. Menurutnya, kehadiran kepala daerah memberikan motivasi bagi pemuda dan masyarakat untuk terus menghidupkan tradisi Pacu Jalur.

“Kami sangat senang dan bangga Pak Plt Bupati hadir langsung. Semoga perhatian terhadap budaya Pacu Jalur terus berlanjut dan semakin membawa nama Kuansing dikenal,” katanya.

Pacu Jalur Mini IPPA sekaligus menjadi gambaran bahwa tradisi Pacu Jalur terus hidup di tengah masyarakat. Keterlibatan pemuda, dukungan masyarakat dan kehadiran pemerintah menjadi modal penting untuk menjaga warisan budaya tersebut.

Menjelang Pacu Jalur Tepian Narosa 19–23 Agustus 2026, berbagai kegiatan serupa menjadi bagian dari pemanasan sekaligus membangun atmosfer festival. Semangat masyarakat Pulau Aro diharapkan dapat menyatu dengan semangat seluruh masyarakat Kuansing dalam menyukseskan event tersebut.

Dengan demikian, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan perahu tradisional. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, sportivitas dan kebanggaan terhadap identitas daerah yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ind/sl