TELUK KUANTAN, suaralira.com – Rencana peningkatan konektivitas antara Pekanbaru dan Kabupaten Kuantan Singingi kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan akan mengkaji rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru dengan Kuansing.
Rencana tersebut menjadi kabar positif bagi daerah, terutama menjelang pelaksanaan Pacu Jalur Tepian Narosa 19–23 Agustus 2026. Event budaya tersebut diperkirakan kembali menarik ribuan masyarakat dan wisatawan untuk datang ke Teluk Kuantan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri PU saat melakukan kunjungan kerja sekaligus meresmikan irigasi persawahan di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Selasa (4/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Plt Bupati Kuansing H. Muklisin, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Pj Sekda Kuansing Drs. Muradi dan sejumlah pejabat lainnya.
Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pemerintah pusat melihat potensi besar yang dimiliki Kuansing. Selain sektor pertanian, daerah tersebut memiliki kekuatan budaya dan pariwisata melalui Pacu Jalur.
“Kami akan mengkaji pembangunan jalan tol Pekanbaru–Kuantan Singingi. Akses yang lebih baik akan mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian serta mendukung Pacu Jalur,” ujarnya.
Menurut Menteri PU, pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Jalan yang baik akan mempermudah pergerakan manusia dan barang sekaligus membuka peluang investasi.
Bagi Kuansing, konektivitas juga menjadi kebutuhan penting karena wilayah tersebut memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang besar. Akses transportasi yang lebih baik akan membantu masyarakat membawa hasil produksi menuju pasar.
Dari sisi pariwisata, peningkatan konektivitas juga akan memberikan keuntungan. Kemudahan perjalanan dari Pekanbaru menuju Kuansing dapat meningkatkan peluang wisatawan berkunjung, khususnya ketika Pacu Jalur berlangsung.
Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 19–23 Agustus 2026 diperkirakan menjadi salah satu momentum dengan tingkat kunjungan tinggi. Ribuan masyarakat akan memadati Teluk Kuantan untuk menyaksikan perlombaan sekaligus menikmati berbagai kegiatan pendukung.
Plt Bupati Kuansing H. Muklisin menyambut baik perhatian pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, rencana kajian tol Pekanbaru–Kuansing merupakan kabar yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Menteri PU. Jika dapat terwujud, tentu menjadi lompatan besar bagi pembangunan Kuansing,” ujar Muklisin.
Ia menilai jalan tol akan memberikan dampak luas, mulai dari pengurangan waktu tempuh, peningkatan aktivitas ekonomi hingga terbukanya peluang investasi.
Pemkab Kuansing juga menyatakan kesiapan mendukung tahapan kajian yang dilakukan pemerintah pusat. Data dan informasi yang diperlukan akan disiapkan sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.
Pacu Jalur menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan konektivitas tersebut. Event budaya ini telah berkembang menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan budaya Kuansing kepada masyarakat luas.
Selain perlombaan jalur, pengunjung juga dapat menikmati kuliner lokal, kerajinan dan berbagai produk UMKM. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, masyarakat memiliki peluang untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari pelaksanaan festival.
Rencana tol tersebut juga diharapkan tidak hanya memberikan dampak selama Pacu Jalur. Dalam jangka panjang, akses yang lebih baik dapat memperkuat hubungan ekonomi Kuansing dengan Pekanbaru dan wilayah lainnya.
Meski masih berada pada tahap kajian, pernyataan Menteri PU tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan pembangunan daerah. Pemerintah daerah berharap proses kajian dapat berjalan secara komprehensif sesuai ketentuan yang berlaku.
Menjelang Pacu Jalur Tepian Narosa 19–23 Agustus, rencana peningkatan konektivitas tersebut semakin memperkuat harapan bahwa Pacu Jalur dapat berkembang sebagai event budaya dan pariwisata dengan dampak ekonomi yang lebih luas.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha, Kuansing diharapkan mampu mengoptimalkan potensi Pacu Jalur sekaligus memperkuat fondasi pembangunan infrastruktur.
Pacu Jalur tetap menjadi identitas budaya masyarakat Kuansing, sementara konektivitas yang semakin baik diharapkan menjadi jalan untuk membawa tradisi tersebut dikenal lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ind/sl
