Suaralira.com, Inhu - Kegiatan vidcon dalam rangka panen raya dan pengumuman swasembada pangan langsung oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung
Ruang Auditorium Lt IV Kantor Bupati Indragiri Hulu, Rabu 07/01/ 2026 sekira pukul 11.50 WIB menjelang siang.
Kegiatan di hadiri oleh Dandim 0302/Inhu diwakili Kapten InfMusdaliansyah
Pasi Ter Kodim, Zulfahmi Adrian, AP, M.Si - Sekda Kab Inhu, Drs. Nursisman
Endang Mulyawan, S.Hut, M.Si Kadis Pertanian dan Perikanan Kab. Inhu, Sriheri Adyono. TY, SP, MΜΑ - Penyuluh Pertanian Ahli muda, Team Satgas Swasembada Pangan serta tamu undangan.
Dalam Vitcon tersebut tampak Laporan menteri pertanian RI
Yang menyampaikan Visi swasembada pangan yang diusung Bapak Presiden Prabowo Subianto telah mulai terwujud dalam tahun pertama pemerintahannya.
Terkait adanya surplus yang dimaksud adalah selisih lebih antara produksi terhadap konsumsi beras secara nasional untuk tahun 2025, surplus beras yang dikalkulasikan oleh Bapanas untuk tahun 2025 ada di angka 3,52 juta ton
Angka tersebut berasal dari produksi beras sepanjang tahun 2025 di angka 34,71 juta ton yang telah melampaui kebutuhan konsumsi beras setahun di angka 31,19 juta ton dan kebutuhan konsumsi itu pun sudah termasuk kebutuhan beras untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 2025.
Menteri juga menjelaskan Ahwa Cadangan Beras Indonesia 3,25 juta ton di akhir tahun 2025, Itu tertinggi sepanjang sejarah. Ia juga ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan terkait yang telah berjuang sama-sama sehingga telah pencapaian target swasembada pangan tahun 2025.
Selanjutnya juga melakukan Penyematan tanda penghormatan bintang jasa sebagai penghargaan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto diantaranya adalah Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. (Menteri Pertanian RI), Di Anugrahi Bintang Jasa Utama , Heri Sunarto
(Petani Pok Tan Budi luhur Kab Sukoharjo, mewakili 4 penerima lainnya) di Anugrahi Bintang jasa Pratama, Bobi Ivan Efendi
(Penyuluh Pertanian Kab Oku Timur) Bintang jasa Nararya. Winarto
(Petani Pok Tan Sri Sedono Kab Ngawi, mewakili 3 penerima lainnya) di Anugrahi Bintang jasa Nararya.
Selanjutnya Letjen TNI Mohammad Naudi Nurdika(Dankodiklat TNI), di Anugrahi Satyalancana Wira karya
H. Setyo Wahono, S.E (Bupati Bojonegoro), di Anugrahi Satyalancana Wira karya, H. Aep Syaepuloh, S.E.(Bupati Karawang), di Anugrahi Satyalancana Wira karya, AKBP Toni Kasmiri Sik,,. SH,,.MH
(Kapolres Lampung Selatan), di Anugrahi Satyalancana Wira karya
AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P.(Kapolres Garut), di Anugrahi Satyalancana Wira karya, Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra, S.H., M.Si.(Wakil Asisten Teritorial Kodam XVIII/Kasuari), di Anugrahi Satyalancana Wira karya, Letkol Czi Dili Eko Setiawan, S.Ak., M.Han.,
(Dandim Merauke),di Anugrahi Satyalancana Wira karya
Serta Don Muzakir (Ketua umum Dewan pimpinan Nasional Tani merdeka Indonesia), di Anugrahi Satyalancana Wira karya, Mugi Rahardjo(Penyuluh Pertanian Kab Bojonegoro),di Anugrahi Satyalancana Wira karya, Aseng
(Petani Pok Tan Ciraden Kab Cianjur), di Anugrahi Satyalancana Wira karya
Dan terakhir adalah Nurul Hadi
(Petani Pok Tan Sriki Lamran Kab Indramayu, mewakili 91 penerima lainnya), di Anugrahi Satyalancana Wira karya
Usai penyematan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam sambutanya menyampaikan yang pada intinya mengungkapkan bahwa swasembada beras merupakan target strategis nasional yang sebelumnya ditetapkan untuk dicapai dalam waktu empat tahun.
Namun berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, target tersebut berhasil diwujudkan jauh lebih cepat dalam 1 tahun ini dan bahwa sepanjang tahun 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali.
Tentunya hal ini menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional, Selain itu juga untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, capaian swasembada beras Indonesia juga memberikan dampak positif bagi perekonomian global, bahwa keputusan Indonesia untuk tidak mengimpor beras turut menurunkan harga beras dunia secara signifikan.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan swasembada beras melalui penguatan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi demi ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan
."tutupnya(Pras.sl)
