TELUK KUANTAN, suaralira.com – Menjelang pelaksanaan Pacu Jalur Tepian Narosa 19–23 Agustus 2026, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar aksi sosial donor darah melalui program GOW Peduli. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuantan Singingi, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian organisasi perempuan terhadap kebutuhan stok darah di Kabupaten Kuantan Singingi. Momentum donor darah dinilai semakin relevan karena dalam beberapa hari mendatang Teluk Kuantan akan menjadi pusat aktivitas masyarakat melalui pelaksanaan Pacu Jalur.
Ketua GOW Kuansing Hj. Nurhidayah Muniroh, S.Pd.I., membuka langsung kegiatan tersebut. Ia mengatakan organisasi perempuan tidak hanya memiliki peran dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan program sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana namun memiliki manfaat besar. Darah yang diberikan secara sukarela dapat membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi.
“Setetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi GOW Kuansing bersama Dinas P2KBP3A, RSUD Kuansing dan PMI. Kerja sama lintas sektor diperlukan agar kegiatan sosial dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Ketersediaan stok darah menjadi salah satu bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Dengan tersedianya stok yang memadai, rumah sakit akan lebih siap memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan transfusi.
Hal tersebut menjadi semakin penting menjelang Pacu Jalur. Event yang berlangsung di Tepian Narosa akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan diperkirakan mendatangkan pengunjung dari berbagai wilayah.
Meningkatnya aktivitas masyarakat membutuhkan kesiapan berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan. Karena itu, kegiatan donor darah diharapkan ikut memperkuat kesiapan daerah dalam menyediakan kebutuhan darah.
Hj. Nurhidayah mengapresiasi seluruh organisasi wanita dan masyarakat yang ikut berpartisipasi. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum Pacu Jalur, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas P2KBP3A Kuansing Mardansyah, S.Sos., MM., juga menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi donor darah menunjukkan bahwa organisasi perempuan mampu bersinergi dengan pemerintah dalam membantu masyarakat.
“Semangat berbagi dan membantu sesama harus terus ditumbuhkan. Donor darah merupakan salah satu aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung,” katanya.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masyarakat Kuansing tidak hanya diwujudkan melalui budaya Pacu Jalur, tetapi juga melalui kegiatan kemanusiaan.
Turut hadir organisasi wanita se-Kabupaten Kuansing, Bhayangkari Polres Kuansing, DWP, jajaran pemerintah daerah serta tim UTDRS Teluk Kuantan.
GOW Kuansing berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor sukarela. Ketersediaan darah yang cukup merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menjelang Pacu Jalur Tepian Narosa, kepedulian sosial seperti donor darah diharapkan menjadi bagian dari semangat bersama. Event budaya yang meriah diharapkan juga diiringi dengan kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan.
Dengan demikian, Pacu Jalur tidak hanya menjadi momentum kebudayaan, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya solidaritas dan kepedulian masyarakat Kuansing.
Ind/sl
