Langkah Irdas mendaftar di hari terakhir, Jumat (9/4/2026)

Ahli Geologi Irdas Amanda Muswar Balik Kampung Untuk Nahkodai BSP

SUARALIRA(PEKANBARU),-Untuk meningkat Pendapat daerah Kabupaten Siak. Akhirnya ahli Geologi Irdas Amanda Muswar Kembali Riau untuk Nahkodai PT. Bumi Siak Pusako (PT.BSP) milik Pemerintah  Kabupaten Siak. Ahli Geologi Irdas Amanda Muswa ikut daftar sebagai Direktur PT.BSP

Langkah Irdas mendaftar di hari terakhir, Jumat (9/4/2026), bukan tanpa makna. Ia datang sendiri ke posko panitia seleksi di Bagian Ekonomi Setdakab Siak, menyerahkan berkas tanpa perantara. Sebuah gestur sederhana, namun sarat pesan: ini bukan langkah coba-coba.

“Ini bagian dari niat saya untuk benar-benar terlibat langsung membangun BSP,” ujarnya singkat.

Namun, di balik pernyataan itu, tersimpan narasi yang lebih besar—tentang seorang putra daerah yang memilih kembali ke akar, membawa pengalaman global untuk menjawab tantangan lokal.Dari Lapangan Minas ke BSP. Selama lebih dari dua dekade, Irdas telah ditempa di industri minyak dan gas. Kini, sebagai Team Manager Minas di Pertamina Hulu Rokan (PHR), ia mengelola salah satu lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara—lapangan yang juga menjadi simbol kejayaan sekaligus tantangan migas Indonesia.

Ketika ia mulai memimpin di Minas, kondisi produksi tengah berada dalam tekanan. Laju penurunan (decline rate) mencapai dua digit. Namun, di bawah kepemimpinannya, tren itu berhasil dibalik.

Dari penurunan sekitar 11 persen, angka itu ditekan hingga 4 persen. Bahkan, produksi berbalik naik sekitar 3 persen per tahun sejak alih kelola.

Bagi Irdas, capaian itu bukan sekadar angka. Itu adalah bukti bahwa pendekatan yang tepat—berbasis data, teknologi, dan keberanian mengambil keputusan—mampu mengubah arah.

“Tidak cukup hanya menahan penurunan. Kita harus berani membalikkan keadaan,” katanya.

Strategi: Kembali ke Geologi, Melompat ke Teknologi

Salah satu kunci keberhasilan Irdas adalah pendekatan yang ia sebut “back to geology”—kembali memahami reservoir dari dasar ilmu geologi, namun diperkuat dengan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI).

Pendekatan ini kemudian diwujudkan dalam konsep Reservoir Management Transformation, yang memungkinkan pembacaan reservoir lebih akurat dan pengambilan keputusan yang lebih presisi.

Hasilnya tak hanya terasa di lapangan, tetapi juga di panggung internasional. Inovasi ini meraih berbagai penghargaan, mulai dari SKK Migas Digital Hackathon hingga ajang internasional seperti IPITEX Bangkok dan Seoul International Invention Fair.

Namun bagi Irdas, penghargaan hanyalah sebuah bonus. “Yang paling penting adalah dampaknya. Produksi naik, efisiensi meningkat,” ujarnya.

Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Tanggung Jawab Daerah

Keputusan maju sebagai calon Dirut BSP, menurutnya, bukan langkah spontan. Ada faktor emosional yang kuat—ikatan dengan tanah kelahiran.

Lahir dan besar di Duri, kawasan yang identik dengan industri migas, Irdas merasa memiliki “utang” yang harus dibayar.

“Apa yang saya capai hari ini tidak lepas dari migas Riau. Ini saatnya saya memberi untuk Riau,” katanya.

Narasi “pulang kampung” ini menjadi pembeda. Ia tidak datang sebagai profesional bukan sekadar mencari jabatan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang ingin diperbaiki.

Membangun dari Hulu hingga SDM

Bagi Irdas, membenahi BSP tidak cukup hanya dari sisi produksi. Ia menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia lokal.

Sebagai Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Riau, ia aktif mendorong pelatihan dan peningkatan kapasitas mahasiswa serta tenaga muda di sektor migas.

“Anak-anak Riau harus bisa jadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” tegasnya.

Jika dipercaya memimpin BSP, ia ingin perusahaan ini tidak hanya menjadi entitas bisnis, tetapi juga pusat lahirnya talenta migas unggulan dari daerah.

Ujian bagi BSP

Masuknya Irdas dalam bursa calon Dirut BSP menghadirkan ekspektasi baru. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi BUMD tersebut, kehadirannya merupakan peluang untuk melakukan lompatan, bukan sekadar perbaikan bertahap.

Ia sendiri memilih merendah.

“Saya tidak datang membawa janji besar. Saya datang membawa pengalaman, kerja keras, dan niat untuk membangun,” ujarnya.

Namun, justru dari kesederhanaan itu, publik kini menaruh harapan besar—bahwa BSP mungkin sedang berada di titik balik, dan sosok yang “pulang” ini bisa menjadi awal perubahan yang lebih baik.

Irdas Amanda Muswar. Bukan sekadar kandidat, kehadirannya sebagai sinyal kuat—bahwa BUMD migas kebanggaan Riau itu membutuhkan lebih dari sekadar manajemen rutin.(Ads).